HTTP Header Checker

Inspeksi HTTP response headers, status code, dan rantai redirect dari sebuah URL.

Tentang HTTP Header Checker

Lihat HTTP response headers, status code, redirect chain, server, dan security headers sebuah URL.

Tersedia juga sebagai API: GET /api/http-headers?q=https://contoh.com

HTTP Header Checker: mengintip percakapan di balik layar

Sebelum sebuah halaman muncul di browser, ada pertukaran pesan singkat antara browser dan server yang tidak pernah dilihat pengunjung biasa. Pesan-pesan itu namanya HTTP header, dan isinya kaya informasi: status code, jenis server, aturan cache, sampai apakah situs sudah memasang pengamanan yang benar. Buat siapa pun yang serius mengelola website, membaca header itu keterampilan dasar.

Saya sering memakai cek header sebagai langkah pertama saat ada yang aneh. Halaman lambat? Lihat header cache-nya. Redirect muter-muter? Header Location membongkar semuanya. Konten lama membandel padahal sudah diupdate? Hampir pasti urusan cache yang ketahuan dari sini.

Status code yang perlu Anda kenali

Rantai redirect yang diam-diam memperlambat

Tool ini menampilkan setiap lompatan redirect secara berurutan. Anda mungkin kaget melihat satu URL ternyata melompat tiga kali sebelum sampai tujuan: dari http ke https, lalu non-www ke www, baru ke halaman final. Tiap lompatan menambah jeda. Idealnya rapikan supaya cukup satu lompatan langsung ke tujuan akhir.

Security header, perisai yang sering terlupa

Bagian ini menunjukkan apakah header keamanan penting sudah terpasang. Strict-Transport-Security memaksa browser selalu pakai HTTPS. X-Content-Type-Options mencegah browser salah menebak jenis file. Content-Security-Policy membatasi sumber script yang boleh jalan. Banyak situs lupa memasangnya, padahal tiga ini saja sudah menutup sebagian besar celah umum. Anggap saja gembok tambahan yang tidak terlihat tapi terasa manfaatnya saat ada yang mencoba iseng.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa gunanya saya mengecek HTTP header?

Header itu percakapan tersembunyi antara browser dan server sebelum konten muncul. Dari sini Anda bisa tahu status code (200, 301, 404, dan kawan-kawan), server apa yang dipakai, bagaimana cache diatur, sampai apakah security header sudah terpasang. Buat debugging redirect yang nyasar atau cache yang ngeyel, header adalah tempat pertama yang harus dilihat.

Redirect saya kok muncul berkali-kali di hasil?

Itu rantai redirect. Misalnya http menuju https, lalu non-www menuju www, baru sampai tujuan akhir. Tiap lompatan menambah waktu muat. Idealnya batasi maksimal satu atau dua lompatan. Rantai yang kepanjangan bikin halaman terasa lambat dan kadang membingungkan mesin pencari.

Security header mana yang paling penting dipasang?

Kalau harus pilih, mulai dari Strict-Transport-Security supaya browser selalu memaksa HTTPS, lalu X-Content-Type-Options untuk mencegah MIME sniffing, dan Content-Security-Policy untuk menahan injeksi script. Tiga ini saja sudah menutup banyak celah umum. Sisanya seperti Referrer-Policy bersifat penyempurnaan.